Jika Anda ingin menjadi orang yang pertama dalam perusahaan, mulailah berlatih dengan menjadi orang pertama dalam pekerjaan. Orang yang terlambat bekerja mengesankan bahwa ia adalah orang yang tidak menyukai tugasnya. Paling tidak, demikianlah yang terlintas dalam benak atasannya.
Coba Anda renungkan sejenak, bagaimana Anda bisa terlambat dalam bekerja, padahal untuk menonton bioskop saja Anda harus datang tepat waktu. Anda juga tahu resikonya jika terlambat datang ke stasiun kereta api atau pool bis yang biasa Anda tumpangi untuk pulang di akhir pekan. Apa yang terjadi jika Anda datang terlambat ke kantor atau menghadiri rapat yang telah dijadwalkan?
Biasakan untuk datang di awal waktu, karena dengan demikian Anda akan memiliki nilai lebih dibanding karyawan lainnya.
Sebaliknya hindari berada di kantor hingga lebih dari jam sepuluh malam setiap harinya. Sebab, itu bisa menunjukkan bahwa Anda kurang efisien dalam menggunakan waktu kerja, tidak mampu berkonsentrasi dengan baik atau memiliki kehidupan yang memprihatinkan.
Sebaiknya tinggalkan kantor setengah jam lebih lambat atau maksimal satu jam setelah teman-teman Anda pulang, kecuali ada sesuatu yang benar-benar mendesak yang harus diselesaikan. Anda bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk merancang pekerjaan esok hari, menyusun jadwal kunjungan atau sekedar merapikan meja kantor. Dengan pulang sedikit lebih lambat dari sejawat, maka reputasi kerja Anda akan tetap terjaga.
Masih banyak waktu yang tersedia untuk karir Anda, sehingga amat disayangkan jika Anda setiap malam menghabiskan waktu di kantor. Gunakanlah waktu yang cukup untuk bersama keluarga atau lingkungan sosial. Luangkan juga waktu untuk menambah pengetahuan, kuliah lagi atau menghadiri acara kerohanian.
Dengan datang setengah jam lebih awal dan pulang setengah jam lebih akhir daripada teman-teman Anda setiap hari, maka Anda telah menambah waktu kerja 1 jam sehari untuk perusahaan, dan itu sama dengan dua ratus lima puluh jam setahun atau satu setengah bulan kerja tambahan yang Anda dedikasikan untuk perusahaan.
Bisa jadi, dengan cara demikian Anda telah mengkompensasi waktu-waktu pada jam kerja yang Anda gunakan untuk mengurus keperluan pribadi di bank, membawa mobil Anda ke bengkel, ijin ketika ada keperluan mendadak dan lebutuhan lain yang selalu kita temui dalam hari-hari kerja kita. []99
Tuesday, 19 August 2008
Monday, 28 July 2008
Jenuh Saat Bekerja?
Saya yakin kita semua pernah mengalami saat-saat dimana pekerjaan mulai terasa menyebalkan karena besarnya tekanan yang kita peroleh saat bekerja. Mungkin mulai merasa customer kita semakin rewel dan cerewet, bos yang mulai bertingkah sangat menyebalkan dengan terus-menerus tidak puas dengan pekerjaan atau bahkan mencela hasil kerja kita.
Jika Anda baru merasakan tersebut belakangan ini, hati-hati, mungkin ini pertanda anda mulai mengalami apa yang dinamakan burnout atau yang biasa kita sebut dengan kejenuhan (yang biasanya disebabkan oleh stres).
Sekali lagi, hati-hati dan jangan dianggap enteng, salah-salah bukan hanya pekerjaan tapi juga kesehatan anda yang terganggu.
Namun jika benar Anda mengalami hal tersebut, dari beberapa sumber di internet dan artikel-artikel yang saya baca, berikut beberapa aktivitas yang cukup efektif untuk mengatasi kejenuhan ini :
1. Nikmati Kehidupan di Luar Pekerjaan
Saat anda mempunyai waktu luang/libur, nikmatilah kehidupan di luar pekerjaan Anda dengan sebaik-baiknya. Apalagi jika memiliki club, komunitas sosial dan lainnya. Bergabunglah bersama mereka. Anda juga bisa memanfaatkan waktu bersama anak-anak untuk bermain bersama mereka. Dengan begitu saat kembali kerja, mudah-mudahan anda akan kembali bersemangat.
2. Nikmati Kesalahan Kecil
Jika terjadi kesalahan kecil, bukan berarti dunia kiamat, jadi jangan ragu-ragu. Sesekali buatlah kesalahan-kesalahan dalam pekerjaan, namun hati-hati, kesalahan yang kecil saja, artinya yang tidak mempengaruhi pekerjaan Anda. Secara tidak langsung, hal ini akan merangsang kreativitas dan imajinasi anda dalam bekerja. Dan, tantangan baru akan tercipta.
3. Curhat dengan Rekan Kerja
Kehidupan di pekerjaan dewasa ini membuat seseorang menjadi cenderung individualis. Sekedar hang-out atau makan siang bareng dengan rekan-rekan kerja anda akan menjadi obat menenangkan jiwa Anda. Siapa tahu dengan ngobrol dengan rekan kerja, anda bisa menemukan solusi masalah. Bukan tidak mungkin rekan kerja anda pernah mengalami masalah yang sama dengan yang anda alami saat ini.
4. Relaksasi
Semakin cepat anda bekerja, semakin mudah anda terserang stres. Untuk mengatasinya, selalu bawa kertas dan pensil untuk mencatat kejadian-kejadian yang membuat anda stres di sepanjang hari kerja. Kemudian setelah tiba di rumah, coba anda duduk dan renungkan hal-hal apa saja yang telah terjadi hari ini selama 5 sampai 15 menit.
5. Kenali Stres Anda
Sebagian orang membawa masalah di rumah hingga kantor. Cobalah pilah masalah Anda, apakah yang menjadikan anda merasa kesal adalah karena adanya tekanan di kantor atau bawaan dari masalah di rumah yang tidak terselesaikan. Dengan mengenali penyebab stres, maka akan lebih mudah menemukan jalan penyelesaiannya.
6. Konseling
Jika anda tetap tidak bisa menemukan cara-cara yang efektif untuk mengatasi problema anda, ada baiknya anda menemui konselor/psikolog yang memang memiliki kemampuan untuk mengatasi hal- hal seperti ini. Tidak ada yang aneh jika seseorang pergi ke psikolog. Atau jika Anda lebih yakin bisa konseling ke rohaniawan Anda.[]
Jika Anda baru merasakan tersebut belakangan ini, hati-hati, mungkin ini pertanda anda mulai mengalami apa yang dinamakan burnout atau yang biasa kita sebut dengan kejenuhan (yang biasanya disebabkan oleh stres).
Sekali lagi, hati-hati dan jangan dianggap enteng, salah-salah bukan hanya pekerjaan tapi juga kesehatan anda yang terganggu.
Namun jika benar Anda mengalami hal tersebut, dari beberapa sumber di internet dan artikel-artikel yang saya baca, berikut beberapa aktivitas yang cukup efektif untuk mengatasi kejenuhan ini :
1. Nikmati Kehidupan di Luar Pekerjaan
Saat anda mempunyai waktu luang/libur, nikmatilah kehidupan di luar pekerjaan Anda dengan sebaik-baiknya. Apalagi jika memiliki club, komunitas sosial dan lainnya. Bergabunglah bersama mereka. Anda juga bisa memanfaatkan waktu bersama anak-anak untuk bermain bersama mereka. Dengan begitu saat kembali kerja, mudah-mudahan anda akan kembali bersemangat.
2. Nikmati Kesalahan Kecil
Jika terjadi kesalahan kecil, bukan berarti dunia kiamat, jadi jangan ragu-ragu. Sesekali buatlah kesalahan-kesalahan dalam pekerjaan, namun hati-hati, kesalahan yang kecil saja, artinya yang tidak mempengaruhi pekerjaan Anda. Secara tidak langsung, hal ini akan merangsang kreativitas dan imajinasi anda dalam bekerja. Dan, tantangan baru akan tercipta.
3. Curhat dengan Rekan Kerja
Kehidupan di pekerjaan dewasa ini membuat seseorang menjadi cenderung individualis. Sekedar hang-out atau makan siang bareng dengan rekan-rekan kerja anda akan menjadi obat menenangkan jiwa Anda. Siapa tahu dengan ngobrol dengan rekan kerja, anda bisa menemukan solusi masalah. Bukan tidak mungkin rekan kerja anda pernah mengalami masalah yang sama dengan yang anda alami saat ini.
4. Relaksasi
Semakin cepat anda bekerja, semakin mudah anda terserang stres. Untuk mengatasinya, selalu bawa kertas dan pensil untuk mencatat kejadian-kejadian yang membuat anda stres di sepanjang hari kerja. Kemudian setelah tiba di rumah, coba anda duduk dan renungkan hal-hal apa saja yang telah terjadi hari ini selama 5 sampai 15 menit.
5. Kenali Stres Anda
Sebagian orang membawa masalah di rumah hingga kantor. Cobalah pilah masalah Anda, apakah yang menjadikan anda merasa kesal adalah karena adanya tekanan di kantor atau bawaan dari masalah di rumah yang tidak terselesaikan. Dengan mengenali penyebab stres, maka akan lebih mudah menemukan jalan penyelesaiannya.
6. Konseling
Jika anda tetap tidak bisa menemukan cara-cara yang efektif untuk mengatasi problema anda, ada baiknya anda menemui konselor/psikolog yang memang memiliki kemampuan untuk mengatasi hal- hal seperti ini. Tidak ada yang aneh jika seseorang pergi ke psikolog. Atau jika Anda lebih yakin bisa konseling ke rohaniawan Anda.[]
Bekerja dengan “Angel Principle”
Salah satu kisah yang saya dapatkan ketika mengikuti Training ESQ membuat saya terkesan. Cerita yang berjudul Rudi dan Sikat Gigi itu membuat saya mengerti tentang arti keikhlasan, integritas dan sikap memberi. Ijinkan saya menceritakan kembali kepada Anda.
Pagi itu Rudi pergi ke sebuah perusahaan dimana ia dipanggil untuk test wawancara. Saat menunggu antrian untuk dipanggil, Rudi menyempatkan diri ke toilet untuk sekedar membersihkan muka dan mencuci tangan.
Ketika di kamar mandi, Rudi melihat wastafel di kamar itu kotor dan kerak porselin disana-sini. Rudi melohat ke sekeliling dan di samping wastafel itu ia melihat ada sikat gigi bekas yang terlihat tak terpakai. Tanpa menunggu lama, Rudi membersihkan wastafel tersebut dengan sikat gigi bekas yang ia temukan.
Saat itu tanpa ia sadari, ternyata ada orang lain disampingnya yang melihat apa yang ia kerjakan. Orang tersebut adalah salah seorang pejabat bagian HRD yang merupakan salah satu dari tim pewawancara.
Pada saat giliran diwawancara, Rudi ditanya oleh orang yang melihatnya di kamar mandi, “Saudara Rudi, tadi saya lihat Anda membersihkan wastafel dengan sikat gigi bekas, boleh saya tahu, apa tujuan Anda melakukannya, padahal Anda datang kesini bukan untuk wawancara karyawan office boy, atau cleaning service, dan yang pasti, Anda belum tentu kami terima sebagai karyawan di perusahaan ini.”
”Saya melakukannya karena saya ikhlas melakukannya, dan hal itu terlepas dari masalah apakah saya akan diterima atau tidak diperusahaan ini, dan terlepas dilihat orang atau tidak saya melakukannya. Karena saya yakin Allah melihat apa yang saya kerjakan.“
Saya yakin anda tahu, siapa yang diterima diperusahaan itu? Ya, tentu saja Rudi lah orang nya.
Ary Ginanjar Agustian, dalam buku ESQ mendefiniskan loyalitas sebagai kesetiaan pada prinsip yang dianut. Sedangkan integritas, menurutnya adalah sikap jujur, konsisten, komitmen, berani dan dapat dipercaya. Integritas dengan sendirinya akan muncul dari kesadaran yang bersumber dari hati nurani. Ia tidak menipu dan tidak pernah bohong. Ia tidak memerlukan tepuk tangan orang lain dan sorak-sorai pujian.
Prinsip Malaikat, atau Angel Principle adalah seorang yang memiliki loyalitas yang tinggi, komitmen, suka mengawali dan memberi, suka menolong dan saling percaya.
Jika perusahaan memiliki karakter moral sepert yang diperagakan Rudi, saya yakin perusahaan tersebut akan menjadi leader dalam bisnisnya, karena dijalankan oleh orang-orang yang bisa bekerja dengan baik, meski tanpa ada yang mengawasinya secara kasat mata, karena ia bekerja dengan Prinsip Malaikat.! []
Pagi itu Rudi pergi ke sebuah perusahaan dimana ia dipanggil untuk test wawancara. Saat menunggu antrian untuk dipanggil, Rudi menyempatkan diri ke toilet untuk sekedar membersihkan muka dan mencuci tangan.
Ketika di kamar mandi, Rudi melihat wastafel di kamar itu kotor dan kerak porselin disana-sini. Rudi melohat ke sekeliling dan di samping wastafel itu ia melihat ada sikat gigi bekas yang terlihat tak terpakai. Tanpa menunggu lama, Rudi membersihkan wastafel tersebut dengan sikat gigi bekas yang ia temukan.
Saat itu tanpa ia sadari, ternyata ada orang lain disampingnya yang melihat apa yang ia kerjakan. Orang tersebut adalah salah seorang pejabat bagian HRD yang merupakan salah satu dari tim pewawancara.
Pada saat giliran diwawancara, Rudi ditanya oleh orang yang melihatnya di kamar mandi, “Saudara Rudi, tadi saya lihat Anda membersihkan wastafel dengan sikat gigi bekas, boleh saya tahu, apa tujuan Anda melakukannya, padahal Anda datang kesini bukan untuk wawancara karyawan office boy, atau cleaning service, dan yang pasti, Anda belum tentu kami terima sebagai karyawan di perusahaan ini.”
”Saya melakukannya karena saya ikhlas melakukannya, dan hal itu terlepas dari masalah apakah saya akan diterima atau tidak diperusahaan ini, dan terlepas dilihat orang atau tidak saya melakukannya. Karena saya yakin Allah melihat apa yang saya kerjakan.“
Saya yakin anda tahu, siapa yang diterima diperusahaan itu? Ya, tentu saja Rudi lah orang nya.
Ary Ginanjar Agustian, dalam buku ESQ mendefiniskan loyalitas sebagai kesetiaan pada prinsip yang dianut. Sedangkan integritas, menurutnya adalah sikap jujur, konsisten, komitmen, berani dan dapat dipercaya. Integritas dengan sendirinya akan muncul dari kesadaran yang bersumber dari hati nurani. Ia tidak menipu dan tidak pernah bohong. Ia tidak memerlukan tepuk tangan orang lain dan sorak-sorai pujian.
Prinsip Malaikat, atau Angel Principle adalah seorang yang memiliki loyalitas yang tinggi, komitmen, suka mengawali dan memberi, suka menolong dan saling percaya.
Jika perusahaan memiliki karakter moral sepert yang diperagakan Rudi, saya yakin perusahaan tersebut akan menjadi leader dalam bisnisnya, karena dijalankan oleh orang-orang yang bisa bekerja dengan baik, meski tanpa ada yang mengawasinya secara kasat mata, karena ia bekerja dengan Prinsip Malaikat.! []
Friday, 18 July 2008
Melayani itu Mudah
Kisah ini saya alami sewaktu di Tanjung Balai Karimun bersama anggota tim marcomm, Robi. Ceritanya kami sedang menghadiri acara lomba sampan layar di Pulau Tulang, sebuah pulau kecil nan elok di sebelah tenggara pulau Karimun.
Acara sudah dibuka oleh Bupati. Sampan-sampan dengan layarnya yang cantik telah mulai berlayar sesuai dengan saf-nya. Saya dijadwalkan untuk memberikan hadiah kepada pemenang di akhir acara ini. Jadi kami harus menunggu sampai semua sampan mencapai finish.
Sambil menunggu keputusan juri, kami menyempatkan diri untuk keliling pantai sambil melihat pos material yang terpasang di sepanjang pantai juga di kedai-kedai yang tertata rapi di sepanjang jalan setapak.
Di salah satu kedai kami singgah. Terlihat sebuah nama terpampang di depan kedai. Daftar menu dan harga terpampang dengan jelas, tertulis dengan bahasa melayu yang khas. Yang menarik adalah pelayanan di kedai kecil ini. Mereka terlihat enjoy dengan pekerjaan mereka. Dan sistem pekerjaan yang menarik kami amati.
Front liner mereka adalah tiga orang gadis muda, umurnya berkisar antara 16-19 tahun. Namanya Surya, Nita dan Difa. Mereka selalu menyapa orang yang dekat ke kedai mereka dan menawari untuk singgah. Setelah dipersilakan duduk, dengan senyuman yang khas pengunjung ditawari minum, makan dengan beberapa menu sederhana yang mereka sediakan. Cukup sederhana, hanya mie goreng dan nasi goreng kampung, es buah atau es sirup limau.
Setelah pesanan di terima mereka sampaikan order ke bagian dapur. Dua orang ibu-ibu nampak dengan cekatan memasak di bagian dalam kedai. Dalam waktu singkat pesanan diambil lagi oleh pramusaji dan mengantarkan langsung ke pengunjung yang memesan.
Yang menarik lagi, ketika kami sedang makan, Surya sesekali menghampiri kami dan mengajak ngobrol singkat, menyakan rasa makanannya, mengambilkan tisue, menawari tambahan air atau hanya bertanya asal kami darimana. Masih dengan bahasa melayu yang sangat kental.
Setelah selesai menikmati makanan, mereka membersihkan piring dan mengantarkannya ke belakang. Disana telah menunggu seorang laki-laki yang setia mencuci piring, menyiapkan air dan kebutuhan logistik lainnya.
Robi sempat berbincang-bincang dengan mereka. Ketika ditanya sekolah dimana, tenryata mereka hanya lulus sekolah dasar. Dan pekerjaan inipun hanya dilakukan ketika ada even seperti ini saja. Kami terkejut karena mereka telah melakukan teori marketing yang rumit dengan sangat mudah. Setelah selesai kami berpamitan dan membayar biaya pesanan kami. Ternyata harganya tergolong murah. Lebih murah dari kedai lain di sekitarnya. Mereka juga menawari singgah lagi pulau ini lain waktu.
Surya, Nita dan Difa telah mengajarkan kepada kami tentang simple marketing, simple servicing. Pemasaran itu mudah. Semudah mereka dalam memberikan pelayanan.[]
Acara sudah dibuka oleh Bupati. Sampan-sampan dengan layarnya yang cantik telah mulai berlayar sesuai dengan saf-nya. Saya dijadwalkan untuk memberikan hadiah kepada pemenang di akhir acara ini. Jadi kami harus menunggu sampai semua sampan mencapai finish.
Sambil menunggu keputusan juri, kami menyempatkan diri untuk keliling pantai sambil melihat pos material yang terpasang di sepanjang pantai juga di kedai-kedai yang tertata rapi di sepanjang jalan setapak.
Di salah satu kedai kami singgah. Terlihat sebuah nama terpampang di depan kedai. Daftar menu dan harga terpampang dengan jelas, tertulis dengan bahasa melayu yang khas. Yang menarik adalah pelayanan di kedai kecil ini. Mereka terlihat enjoy dengan pekerjaan mereka. Dan sistem pekerjaan yang menarik kami amati.
Front liner mereka adalah tiga orang gadis muda, umurnya berkisar antara 16-19 tahun. Namanya Surya, Nita dan Difa. Mereka selalu menyapa orang yang dekat ke kedai mereka dan menawari untuk singgah. Setelah dipersilakan duduk, dengan senyuman yang khas pengunjung ditawari minum, makan dengan beberapa menu sederhana yang mereka sediakan. Cukup sederhana, hanya mie goreng dan nasi goreng kampung, es buah atau es sirup limau.
Setelah pesanan di terima mereka sampaikan order ke bagian dapur. Dua orang ibu-ibu nampak dengan cekatan memasak di bagian dalam kedai. Dalam waktu singkat pesanan diambil lagi oleh pramusaji dan mengantarkan langsung ke pengunjung yang memesan.
Yang menarik lagi, ketika kami sedang makan, Surya sesekali menghampiri kami dan mengajak ngobrol singkat, menyakan rasa makanannya, mengambilkan tisue, menawari tambahan air atau hanya bertanya asal kami darimana. Masih dengan bahasa melayu yang sangat kental.
Setelah selesai menikmati makanan, mereka membersihkan piring dan mengantarkannya ke belakang. Disana telah menunggu seorang laki-laki yang setia mencuci piring, menyiapkan air dan kebutuhan logistik lainnya.
Robi sempat berbincang-bincang dengan mereka. Ketika ditanya sekolah dimana, tenryata mereka hanya lulus sekolah dasar. Dan pekerjaan inipun hanya dilakukan ketika ada even seperti ini saja. Kami terkejut karena mereka telah melakukan teori marketing yang rumit dengan sangat mudah. Setelah selesai kami berpamitan dan membayar biaya pesanan kami. Ternyata harganya tergolong murah. Lebih murah dari kedai lain di sekitarnya. Mereka juga menawari singgah lagi pulau ini lain waktu.
Surya, Nita dan Difa telah mengajarkan kepada kami tentang simple marketing, simple servicing. Pemasaran itu mudah. Semudah mereka dalam memberikan pelayanan.[]
Subscribe to:
Posts (Atom)