Panji memasuki ruangan kantor dengan bersenandung riang, “Senyuman dari hati jatuh ke hati.” Pengagum jenis musik acapela itu sedang melantunkan lagu kelompok favoritnya. Kontan saja sikapnya mendapatkan respon dari rekan kerjanya.
“Wah ada yang lagi happy, nih!” sambut Antin. “Nyanyi lagu apa, sih?”
“Judulnya Senyum, dari kelompok Raihan”
“Wah, jadi ingat! Kemarin saya membaca artikel Pelayanan Sepenuh Hati. Menurut Dr. Patricia Patton, senyum merupakan salah satu bagian paling krusial dalam pelayanan,” lanjut Antin.
“O, iya? Bagaimana penjelasannya?” tanya Panji.
“Begini. Nilai sejati dari sebuah pelayanan terletak pada kesungguhan sikap 4 P, yaitu Passionate, Progressive, Proactive, dan Positive dari orang-orang yang bertanggung-jawab memberikan pelayanan tersebut,” jelas Antin. “Dan cara terampuh dan berpengaruh dalam bersikap positif adalah dengan tersenyum. Karena senyum merupakan bahasa positif yang universal, dipahami oleh semua orang.”
Inilah kekuatan senyum. Tidak mengherankan, saat ini berbondong-bondong perusahaan melancarkan program senyum. Di meja teller Bank Mandiri terpampang nama petugas dan di belakang papan nama itu tertera kata singkat “senyum”. Indosat pula mencanangkan pekan senyum, bahkan sampai menjanjikan hadiah kepada petugas yang paling baik dalam men-deliver senyum dan pelayanan. Frontier juga membuat terobosan Senyum Pelanggan Indonesia.
Tak ayal lagi, senyum memang sesuatu yang hebat dan dahsyat. Ia memoles penampilan fisik seseorang, di mana orang itu akan tampak lebih menawan dan lebih menyejukkan. Percaya atau tidak, jantung pun akan berdetak normal. Begitu pula dengan peredaran darah. Ujung-ujungnya, senyum men-trigger seseorang untuk lebih lega, lebih ceria, dan jauh dari stres, sehingga membuatnya kelihatan lebih awet muda.
Menurut pendapat para dokter, untuk tersenyum hanya dibutuhkan 17 tarikan otot wajah. Sementara orang yang suka marah, suka cemberut, atau suka mengomel membutuhkan 32 tarikan otot wajah. Pantaslah mereka akan kelihatan lebih tua.
Di samping itu, mereka yang murah senyum juga akan menikmati pergaulan yang menyenangkan. Di antara mereka, akan menyeruak kehangatan, keakraban, kesegaran bahkan semangat. Kita sendiri akan merasa enjoy jika memasuki sebuah instansi yang sarat wajah-wajah yang tersenyum. Sebaliknya, kita tidak akan merasa sreg jika berada di suatu tempat yang penuh dengan wajah-wajah yang suram apalagi cemberut.
Amatilah orang sakit. Apabila sesampai di rumah sakit ia disambut dengan senyum dokter dan perawat, maka sebagian penyakitnya akan sembuh sebelum diobati. Terus, bagaimana kalau yang sebaliknya yang berlaku? Tentulah, sakitnya akan menjadi-jadi.
Lebih dari itu, senyum ternyata dapat meluluhkan emosi seseorang. Bila kita berhadapan dengan pelanggan yang tengah marah, hadapilah dengan senyum. Setulus mungkin, setenang mungkin! Yang pasti, senyum semacam ini akan meredam amarahnya. Ketahuilah, lebih dari sepertiga masalah akan selesai dengan senyum.
Namun demikian, senyum mesti dibungkus dengan ketulusan. Karena menurut pakar kepribadian dan kecantikan Martha Tilaar, tanpa ketulusan alias kepura-puraan, senyum tidak akan membawa makna apa-apa. Akan tetapi, jangan pula sampai kebablasan! Sebabnya, senyum bisa mengundang kontroversi jikalau tidak ‘kena’ dengan situasi serta kondisinya. Salah-salah, akan dianggap tidak bisa serius atau tidak bisa berempati. Mungkin juga dianggap menyeringai atau mengejek.
Begitulah, smile is power. Disadari atau tidak, ia dapat membersitkan sesuatu yang amat berarti bagi diri sendiri dan orang lain. Layaknya cinta dan semangat, senyum pun akan membuat hidup ‘lebih hidup’. Vice versa, tanpanya hidup juga akan ‘kehilangan nyawa’.[]
Friday, 18 July 2008
Semangat Berkompetisi

Perhelatan PON XVII Kalimatan Timur baru saja usai. Tidak seperti masa-masa dulu dimana PON menjadi acara menarik yang ditunggu-tunggu masyarakat luas, PON kali ini tidak begitu menyita perhatian publik. Saya ingat, sewaktu masih kecil acara olahraga multieven seperti PON, SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade selalu menjadi tontonan menarik di televisi maupun sajian unggulan media massa.
Namun sekarang telah berubah, ternyata berita selebritis, politik dan kriminal lebih menarik daripada berita olahraga. Padahal ada banyak pelajaran berharga dari even olahraga seperti PON. Salah satunya adalah semangat berkompetisi.
Siapapun dan dimanapun hampir setiap sisi kehidupan selalu saja diwarnai dengan kompetisi. Lihatlah sopir bis dan angkutan kota yang selalu berlomba untuk merebut penumbang. Penjual koran dan penjaja makanan di terminal, sales yang berkeliling dari rumah ke rumah, toko ke toko, hingga pelajar yang selalu berlomba mencapai prestasi. Semuanya mengalami kompetisi, berusaha menjadi yang terbaik dari ‘pesaing’ mereka. Bahkan kalau kita lihat film Harun Yahya tentang pencipataan manusia, sebelum menjadi janin, sperma juga berkompetisi satu sama lain yang jumlahnya mencapai ratusan ribu, dan hanya satu yang menjadi pemenangnya.
Tidak beda dengan itu semua, dalam pekerjaan sehari-hari, di kantor kita juga seharusnya selalu dihadirkan semangat berkompetisi antar sesama karyawan. Dengan menghadirkan semangat tersebut prestasi demi prestasi akan tercipta. Situasi kerja juga akan semakin bergairah.
Sebagaimana pertandingan olahraga, sportivitas menjadi kunci utama dalam kompetisi. Kompetisi bisa tercipta di internal perusahaan atau antara perusahaan kita dengan pesaing baik dalam bisnis yang sama maupun tidak.
Nah, bagaimana kita mensikapi adanya kompetisi?
Yang pertama, bersikaplah positif. Tantangan dan kompetisi membuat kita memeras diri sampai titik saripati yang terbaik dari diri kita. Tantangan membuat kita menggunakan seluruh daya fisik, mental maupun spiritual daam diri kita. Tantangan juga menbuat sebuah perjalanan terasa begitu 'enjoy' untuk dijalani. Sama seperti halnya anak kecil biasanya malas jika disuruh berlari sendirian. Tetapi, ketika diciptakan suasana lomba dengan teman-teman sebayanya untuk berlari, mereka akan berusaha berlari dengan begitu gembira. Tantangan, akhirnya membuat hidup kita ‘lebih hidup’, seperti iklan di televisi.
Kedua, jangan menghindar dari peluang berkompetisi. Daripada menghindarinya, ceburkan diri Anda dalam situasi berkompetisi tersebut. Karena disana kita akan akan belajar, dan mulai berkembang.
Ketiga, bertanding secara sportif. Jangan berusaha membunuh, menghancurkan atau menghabisi kompetitor dengan cara-cara yang kasar, apalagi tidak etis. Bahkan jika perlu rawatlah situasi kompetisi itu.
Dan secara terus-menerus tantanglah diri Anda untuk berkembang. Jika Anda telah mencapai tujuan Anda, ciptakan tujuan dan target yang lebih tinggi lagi. Dengan demikian, Anda akan terus menerus tertantang dan berkembang! []
Wednesday, 9 July 2008
Tetap Berprestasi Setelah Promosi
Dewi kelihatan lebih cerah hari itu. Setelah beberapa tahun bekerja sebagai sales representative pada sebuah perusahaan telekomunikasi dengan kerja keras dan membuat bosnya terksesan, akhirnya ia mendapatkan kenaikan jabatan alias promosi menjadi area manager di salah satu lokasi yang menjadi wilayah kerja perusahaannya.
Namun apakah Dewi siap menerima lebih banyak tugas dan tanggungjawab, selain gaji yang besar? Bukankah, disisi lain, promosi juga berarti peluang stres dan tekanan kerja menjadi jauh lebih besar?
Sebagian orang ada yang tetap bersinar setelah promosi, dapat mengatasi segala hambatan dan mampu menunjukkan performance yang bagus. Tetapi, tidak sedikit yang kesulitan menjalankan tanggungjawab yang besar, tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dan skill yang tidak memadai karena enggan belajar.
Nah, agar Anda tetap bisa berprestasi dalam meniti karir pasca promosi bahkan bisa lebih bersnar lagi dengan prestasi yang baik, maka Anda perlu menghadapkan wajah ke depan dan berpikir positif supaya Anda dapat mempertahankan jabatan dan stamina motivasi Anda tetap tinggi.
Berikut beberapa tips agar Anda bisa tetap bersinar walaupun menghadapi tantangan yang lebih besar setelah promosi.
Kenalilah Medan Tempur yang Baru
Sun Tzu dalam buku Art of War memberikan petuah, untuk bisa menang, kita harus mengenali medan tempur. Tepat setelah surat promosi kita terima, saat itulah seharusnya yang menjadi pikiran kita “Apa tugas dan tanggungjawab saya pada jabatan tersebut?”
Langkah pertama, Anda harus memahami tugas baru dengan baik. Bekerja lah dengan atasan Anda untuk mendefinisikan tugas dan tanggungjawab tersebut, apa yang menjadi harapan perusahaan dari Anda, bagaimana batasan dan kewenangan Anda, siapa yang akan menjadi partner kerja, anggota tim dan teman satu peers Anda. Jangan sampai Anda melanggar dan mencampuri wilayah pekerjaan oranglain.
Pahami Kembali Hirarki Perusahaan
Teliti ulang setiap orang yang akan bekerja dengan Anda, kepada siapa Anda harus melaporkan pekerjaan, pahami dengan baik bagaimana karakter ‘bos baru’ Anda. Mulailah menjalin hubungan dengan orang yang terlibat dengan Anda. Setelah promosi, mungkin ada beberapa hubungan yang ‘berubah’ atau perlu dipoles ulang. Kenalilah dengan baik wilayah otoritas dan kewenangan Anda. Buatlah agar orang lain selalu menyukai, maka Anda akan berhasil pada job baru ini.
“Asahlah Gergaji”
Promosi, jabatan baru, tugas baru, tentu saja membutuhkan kemampuan yang berbeda dengan sebelumnya. Banyak pengetahuan dan ketrampilan yang Anda butuhkan untuk menjalankan tugas di tempat baru. Terbuka untuk selalu belajar dan beradaptasi dengan lingkungan adalah kunci utamanya. Himpunlah ilmu baru, tingkatkan kemampuan Anda dengan mengikuti pelatihan, seminar atau membaca buku. Sebagian perusahaan menyediakan pelatihan dan pembekalan untuk jabatan-jabatan tertentu, namun sebagian lain tidak. Ikutilah seminar pengembangan diri, kepemimpinan, dan tema lain yang menunjang pekerjaan dan peningkatan wawasan Anda.
Carilah Mentor
Mentor sangat besar perananannya untuk pengembangan diri kita. Bila ada orang di dalam perusahaan yang mengerti benar tentang kesulitan dan tantangan pada posisi Anda sekarang dan bersedia membantu, maka jadikanlah ia partner untuk membantu penyesuaian Anda pada tugas yang baru. Sebagian ada orang yang kesulitan dalam melakukan pendekatan dengan mentor, namun banyak juga yang mudah dalam memberikan dorongan dan pendampingan. Jika tidak menemukan mentor dalam perusahaan, Anda bisa memilih mentor dari orang lain. Carilah ahli dalam profesi yang mirip dengan jabatan Anda atau orang lain yang memiliki kapasitas memadai untuk menjadi mentor Anda.
Komitmen menjadi Kunci Utama
Persepsi orang akan sangat tergantung dengan apa yang Anda lakukan dalam periode awal berada pada posisi ini. Namun komitmen untuk selalu menunjukkan kualitas pekerjaan dan prestasi merupakan cara terbaik untuk menunjukkan bahwa perusahaan tidak keliru menilai dan mempromosikan Anda. Lakukanlah yang terbaik dan setia pada komitmen keunggulan Anda, maka jabatan yang lebih tinggi bukan menjadi sesuatu yang mustahil Anda dapatkan.
Dapatkan Kursi Itu
Sebagian orang melakukan syukuran, makan-makan dan sejenisnya untuk merayakan promosi yang didapatkan. Namun sesungguhnya promosi adalah buah dari prestasi yang dilakukan sebelumnya. Jangan lagi melihat ke belakang, karena memandang ke depan lebih penting untuk menumbuhkan semangat Anda. Bila Anda sudah memahami lingkup tugas, memiliki skill yang memadai, ada mentor yang siap menjadi partner, pengetahuan yang memadai, maka Anda tinggal mempererat hubungan dengan rekan kerja, membentuk citra positif Anda dan selamat menikmati tempat duduk yang baru. Semoga sukses! (diolah dari berbagai sumber) []
Namun apakah Dewi siap menerima lebih banyak tugas dan tanggungjawab, selain gaji yang besar? Bukankah, disisi lain, promosi juga berarti peluang stres dan tekanan kerja menjadi jauh lebih besar?
Sebagian orang ada yang tetap bersinar setelah promosi, dapat mengatasi segala hambatan dan mampu menunjukkan performance yang bagus. Tetapi, tidak sedikit yang kesulitan menjalankan tanggungjawab yang besar, tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dan skill yang tidak memadai karena enggan belajar.
Nah, agar Anda tetap bisa berprestasi dalam meniti karir pasca promosi bahkan bisa lebih bersnar lagi dengan prestasi yang baik, maka Anda perlu menghadapkan wajah ke depan dan berpikir positif supaya Anda dapat mempertahankan jabatan dan stamina motivasi Anda tetap tinggi.
Berikut beberapa tips agar Anda bisa tetap bersinar walaupun menghadapi tantangan yang lebih besar setelah promosi.
Kenalilah Medan Tempur yang Baru
Sun Tzu dalam buku Art of War memberikan petuah, untuk bisa menang, kita harus mengenali medan tempur. Tepat setelah surat promosi kita terima, saat itulah seharusnya yang menjadi pikiran kita “Apa tugas dan tanggungjawab saya pada jabatan tersebut?”
Langkah pertama, Anda harus memahami tugas baru dengan baik. Bekerja lah dengan atasan Anda untuk mendefinisikan tugas dan tanggungjawab tersebut, apa yang menjadi harapan perusahaan dari Anda, bagaimana batasan dan kewenangan Anda, siapa yang akan menjadi partner kerja, anggota tim dan teman satu peers Anda. Jangan sampai Anda melanggar dan mencampuri wilayah pekerjaan oranglain.
Pahami Kembali Hirarki Perusahaan
Teliti ulang setiap orang yang akan bekerja dengan Anda, kepada siapa Anda harus melaporkan pekerjaan, pahami dengan baik bagaimana karakter ‘bos baru’ Anda. Mulailah menjalin hubungan dengan orang yang terlibat dengan Anda. Setelah promosi, mungkin ada beberapa hubungan yang ‘berubah’ atau perlu dipoles ulang. Kenalilah dengan baik wilayah otoritas dan kewenangan Anda. Buatlah agar orang lain selalu menyukai, maka Anda akan berhasil pada job baru ini.
“Asahlah Gergaji”
Promosi, jabatan baru, tugas baru, tentu saja membutuhkan kemampuan yang berbeda dengan sebelumnya. Banyak pengetahuan dan ketrampilan yang Anda butuhkan untuk menjalankan tugas di tempat baru. Terbuka untuk selalu belajar dan beradaptasi dengan lingkungan adalah kunci utamanya. Himpunlah ilmu baru, tingkatkan kemampuan Anda dengan mengikuti pelatihan, seminar atau membaca buku. Sebagian perusahaan menyediakan pelatihan dan pembekalan untuk jabatan-jabatan tertentu, namun sebagian lain tidak. Ikutilah seminar pengembangan diri, kepemimpinan, dan tema lain yang menunjang pekerjaan dan peningkatan wawasan Anda.
Carilah Mentor
Mentor sangat besar perananannya untuk pengembangan diri kita. Bila ada orang di dalam perusahaan yang mengerti benar tentang kesulitan dan tantangan pada posisi Anda sekarang dan bersedia membantu, maka jadikanlah ia partner untuk membantu penyesuaian Anda pada tugas yang baru. Sebagian ada orang yang kesulitan dalam melakukan pendekatan dengan mentor, namun banyak juga yang mudah dalam memberikan dorongan dan pendampingan. Jika tidak menemukan mentor dalam perusahaan, Anda bisa memilih mentor dari orang lain. Carilah ahli dalam profesi yang mirip dengan jabatan Anda atau orang lain yang memiliki kapasitas memadai untuk menjadi mentor Anda.
Komitmen menjadi Kunci Utama
Persepsi orang akan sangat tergantung dengan apa yang Anda lakukan dalam periode awal berada pada posisi ini. Namun komitmen untuk selalu menunjukkan kualitas pekerjaan dan prestasi merupakan cara terbaik untuk menunjukkan bahwa perusahaan tidak keliru menilai dan mempromosikan Anda. Lakukanlah yang terbaik dan setia pada komitmen keunggulan Anda, maka jabatan yang lebih tinggi bukan menjadi sesuatu yang mustahil Anda dapatkan.
Dapatkan Kursi Itu
Sebagian orang melakukan syukuran, makan-makan dan sejenisnya untuk merayakan promosi yang didapatkan. Namun sesungguhnya promosi adalah buah dari prestasi yang dilakukan sebelumnya. Jangan lagi melihat ke belakang, karena memandang ke depan lebih penting untuk menumbuhkan semangat Anda. Bila Anda sudah memahami lingkup tugas, memiliki skill yang memadai, ada mentor yang siap menjadi partner, pengetahuan yang memadai, maka Anda tinggal mempererat hubungan dengan rekan kerja, membentuk citra positif Anda dan selamat menikmati tempat duduk yang baru. Semoga sukses! (diolah dari berbagai sumber) []
Monday, 5 May 2008
Resensi Buku '99 Ideas for Happy Life'

Ada sebuah penggalan resensi buku ’99 Ideas for Happy Life’ di Seputar Indonesia, 28 April 2008 oleh Wasis Wibowo
…………………………
Keep it simple, begitu kata orang bijak. Itu hanya satu cara menuju bahagia yang terdapat dalam buku 99 Ideas for Happy Life karya Jumadi Subur. Buku yang diterbitkan ZIP Books menawarkan 98 cara yang bisa menumbuhkan ide bagi Anda dalam mencapai kebahagiaan dalam hidup.Jumadi Subur yang berprofesi sebagai customer service manager sebuah perusahaan telekomunikasi dan motivator ini menyampaikan ide-ide mencapai kebahagiaan dengan cara sederhana.
Selain berisi ide sederhana dalam menghadapi masalah, dalam buku ini disampaikan kisah-kisah yang bisa menjadi motivasi, menggugah semangat, berpikir positif, dan mengambil hikmah dari setiap kegagalan atau musibah.Ada yang berdasarkan pengalaman pribadi penulis, ada juga kisah dari beberapa tokoh dunia. Beberapa tulisan mengambil beberapa kisah yang populer dan sudah banyak diketahui, seperti kisah para Nabi, perjuangan tokoh Islam Mesir Hasan al-Banna, sampai legenda dunia seperti Bruce Lee dan Hitler.
Namun, semua disampaikan dengan cara yang berbeda sehingga mengingatkan kembali nilai-nilai positif yang bisa dijadikan pelajaran berharga. Penulis menyampaikan dengan cara sederhana sehingga mudah dipahami. Walaupun ada 99 kisah yang terangkum dalam 254 halaman, semua mudah dibaca dengan cepat dan renyah.
…………………………
Cara penulisan dan pilihan katanya begitu sederhana sehingga mudah dicerna. (wasis wibowo)
Subscribe to:
Posts (Atom)